Harga HP Xiaomi Naik Serentak Awal 2026, Pembeli Perlu Lebih Hati-Hati

Awal tahun 2026 membawa perubahan penting di pasar ponsel pintar Indonesia. Sejumlah model smartphone dari Xiaomi resmi mengalami kenaikan harga. Penyesuaian ini tidak hanya menyasar satu lini tertentu, tetapi terjadi secara serentak dari kelas flagship hingga ponsel murah yang selama ini dikenal terjangkau.

Pantauan pada situs resmi Mi.co.id menunjukkan kenaikan harga berada di rentang Rp 100.000 hingga Rp 500.000. Bagi sebagian konsumen, angka tersebut mungkin terlihat kecil. Namun bagi pembeli di segmen entry-level, kenaikan ratusan ribu rupiah cukup memengaruhi keputusan untuk membeli atau menunda.

Perubahan Harga Terlihat Jelas

Jika dibandingkan dengan harga saat peluncuran, selisih banderol kini terlihat cukup nyata. Kondisi ini membuat sebagian calon pembeli merasa harga HP Xiaomi berubah tanpa banyak disadari. Padahal, model yang dijual masih sama, tanpa pembaruan generasi.

Kenaikan harga yang terjadi di awal tahun ini juga terasa berbeda karena menyentuh hampir semua kelas, bukan hanya ponsel premium yang biasanya lebih dulu mengalami penyesuaian.

Seri 15T Jadi Contoh Paling Menonjol

Kenaikan terbesar tercatat pada Xiaomi 15T Series. Xiaomi 15T varian 12 GB RAM dan 256 GB penyimpanan kini dijual Rp 7.499.000. Saat pertama kali dirilis di Indonesia, harga ponsel ini berada di angka Rp 6.999.000.

Varian Xiaomi 15T 12/512 GB juga mengalami kenaikan dari Rp 7.499.000 menjadi Rp 7.999.000. Sementara itu, Xiaomi 15T Pro 12/512 GB kini dibanderol Rp 10.499.000, naik Rp 500.000 dari harga awal Rp 9.999.000.

Kenaikan setengah juta rupiah ini menjadi yang tertinggi di jajaran Xiaomi Indonesia saat ini. Meski menyasar segmen atas, lonjakan tersebut tetap menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu yang relatif singkat.

HP Murah Tidak Lagi Aman dari Kenaikan

Di segmen bawah, dampaknya justru lebih terasa. Lini Redmi yang selama ini menjadi pilihan utama ponsel murah juga ikut terdampak.

Redmi 15C varian 6/128 GB kini dijual Rp 1.749.000, naik Rp 150.000 dari harga awal Rp 1.599.000. Varian 8/256 GB juga naik menjadi Rp 1.949.000 dari sebelumnya Rp 1.799.000.

Redmi A5 4/128 GB yang banyak digunakan sebagai ponsel harian sederhana kini dibanderol Rp 1.399.000. Harga ini naik Rp 200.000 dibandingkan harga peluncuran Rp 1.199.000.

Di lini Poco, Poco C85 varian 6/128 GB kini dijual Rp 1.649.000, naik Rp 100.000. Varian 8/256 GB naik menjadi Rp 1.849.000. Sementara itu, Poco C71 4/128 GB mengalami kenaikan paling besar di kelas entry-level, dari Rp 1.099.000 menjadi Rp 1.399.000.

Dengan banderol tersebut, ponsel Xiaomi di kelas bawah kini semakin mendekati harga Rp 2 juta, sebuah perubahan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Penjelasan dari Xiaomi Indonesia

Country Director Xiaomi Indonesia Wentao Zhao menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Menurutnya, harga produk Xiaomi tidak ditentukan oleh satu aspek saja.

Faktor yang memengaruhi meliputi fluktuasi nilai tukar mata uang, kebijakan pajak dan regulasi di tiap negara, biaya logistik serta distribusi, hingga kondisi operasional di masing-masing pasar. Xiaomi secara berkala melakukan peninjauan harga agar tetap mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Wentao menegaskan bahwa meskipun terjadi kenaikan harga, Xiaomi tetap berupaya menjaga keseimbangan antara performa, kualitas, dan keterjangkauan produk bagi konsumen Indonesia.

Tekanan Global Ikut Berperan

Kenaikan harga di Indonesia sejalan dengan sinyal dari manajemen global Xiaomi. Presiden Xiaomi Lu Weibing sebelumnya menyampaikan bahwa 2026 diperkirakan menjadi tahun dengan tekanan biaya yang lebih besar bagi industri smartphone.

Salah satu penyebabnya adalah kenaikan harga chip memori di pasar global. Permintaan komponen ini meningkat karena digunakan secara luas untuk server kecerdasan buatan dan pusat data. Dampaknya, biaya produksi ponsel ikut terdorong naik.

Apa yang Perlu Diperhatikan Pembeli

Bagi konsumen awam, kondisi ini berarti membeli HP Xiaomi kini perlu pertimbangan lebih matang. Di segmen entry-level, kenaikan Rp 100.000 hingga Rp 300.000 cukup berpengaruh terhadap anggaran. Sementara di kelas flagship, selisih Rp 500.000 dapat mengubah pilihan model.

Jika mengacu pada pola sebelumnya, harga HP Xiaomi biasanya baru turun ketika generasi penerus resmi dirilis. Selama belum ada model baru, harga cenderung bertahan di level saat ini. Karena itu, calon pembeli disarankan menyesuaikan kebutuhan dengan anggaran dan memantau promo resmi sebelum memutuskan membeli ponsel baru di awal 2026.

Leave a Comment